Kegunaan Trigonometri Dalam Kehidupan Sehari Hari

Kegunaan Trigonometri Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Kegunaan Trigonometri Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kegunaan Trigonometri Dalam Kehidupan Sehari Hari – Trigonometri mengalami sejarah yang sangat panjang sejak 3000 SM. Trigonometri muncul dari disiplin ilmu geometri dan astronomi sehingga banyak terapan ilmu trigonometri dalam kedua bidang tersebut.

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari tentu telah banyak sekali dimanfaatkan dalam berbagai dunia industri. Awalnya trigonometri hadir sebagai solusi atas pemecahan ukuran atas bangun datar-bangun datar sederhana. Namun seiring berkembangnya zaman trigonometri kerap digunakan dalam dunia ilmu terapan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Read More

Sebelum kita melangkah lebih jauh mengenai manfaat trigonometri dalam kehidupan sehari-hari, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai beberapa hal mendasar dari trigonometri itu sendiri. Dengan demikian, apa yang disajikan oleh tim ayojawab.com akan memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada para pembaca budiman.

Pengertian Trigonometri

Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu trigonon yang artinya tiga sudut dan metro artinya mengukur. Oleh karena itu trigonometri adalah sebuah cabang dari ilmu matematika yang berhadapan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Sedangkan definisi dari trigonometri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

“Ilmu ukur mengenai sudut dan sempa dengan segitiga (digunakan dalam astronomi)”. (KBBI, 2008)

Istilah trigonometri juga sering kali diartikan sebagai ilmu ukur yang berhubungan dengan segitiga. Dikatakan berhubungan dengan segitiga karena sebenarnya trigonometri juga masih berkaitan dengan geometri. Baik itu geometri bidang maupun geometri ruang.

Sejarah Trigonometri

Pada mulanya trigonometri merupakan ilmu yang dikembangkan dari ilmu astronomi. Perkembangan awal trigonometri berasal dari permasalahan astronomi yang membutuhkan pemecahan masalah melalui ilmu terapan sains dan astronomi, sehingga muncullah trigonometri sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri.

Sejarah awal trigonometri berasal dari zaman Mesir Kuno, Babilonia dan peradaban Lembah Indus, lebih dari 3000 tahun yang lalu. Pertama kali dikaji melalui perhitungan aljabar untuk menghitung astronomi yang kemudian
digunakanlah sebagai perhitungan trigonometri oleh matematikawan India.

Lagadha menggunakan geometri dan trigonometri untuk menghitung astronomi dalam bukunya
tentang astronomi yaitu Vedanga Jyotisha yang saat ini sudah hancur karena penjajahan di India. Ada sumber lain yang menyebutkan bahwa Ilmuwan Yunani di masa Helenistik, Hipparchus (190 SM – 120 SM) diyakini adalah orang yang pertama kali menemukan teori tentang tigonometri untuk menyelesaikan segitiga dari keingintahuannya akan dunia.

Lalu matematikawan Yunani yaitu Ptolemy pada tahun 100 SM, kemudian Hipparchus pada tahun 150 SM dengan tabel trigonometrinya yang terkenal. Juga ditahun 1595 matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah buku tentang trigonometri “Trigonometria brevis et perspicus” dan memperkenalkan istilah trigonometri kedalam bahasa Ingris dan Perancis.

Istilah trigonometri pertama kali digunakan tahun 1595 dan Trigonometri sendiri muncul sekitar ±3000 tahun yang lalu. Sedangkan istilah Sinus, Cosinus, dan Tangen sudah muncul pada tahun 600-an. Jadi, Sinus, Cosinus, dan Tangen lebih awal muncul dari pada istilah trigonometri itu sendiri.

Tokoh Trigonometri

Berikut ini adalah beberapa tokoh trigonometri yang dikenal oleh sejarah:

Surya Siddhanta (Hidup abad 3 SM)

Surya Siddhanta adalah seorang matematikawan India. Pada masa hidupnya, ia memformulasikan rumusan awal sinus, cosinus dan tangen.

Hipparchus (190 – 120 SM)

Hipparchus adalah orang yang pertama kali menemukan perbandingan-perbandingan trigonometri

Ptolemy (100 – 170 M)

Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuan  Islam dan Eropa, yaitu:

  • risalah astronomi yang dikenal dengan Almagest
  • risalah geografi yang merupakan pengetahuan geografi helenistik
  •  risalah astrologi yang dikenal sebagai tetrabiblos (empat buku)

Al Khawarizmi (780 – 850 M)

Al Khawarizmi dikenal sebagai bapak algoritma dan penemu aljabar dari Afganistan

Al Battani (858 – 929 M)

Al-Battani mendefinisikan daftar tabel Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen dari 0 derajat – 90 derajat secara cermat. Al-Battani juga memperkenalkan konsep-konsep modern, perkembangan fungsi-fungsi dan identitas trigonometri.

Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Al-Buzjani (940 – 997 M)

Abul Wafa mengembangkan metode baru tentang konstruksi segi empat serta perbaikan nilai  sinus 30 dengan memakai delapan desimal. Dia juga adalah yang pertama menunjukkan adanya teori relatif segitiga parabola. Abul Wafa pun mengembangkan hubungan sinus

Abu al-Raihan Muhammad bin Ahmad al-Khawarizmi Al-Biruni (973 – 1048 M)

Al-Biruni dikenal sebagai matematikawan pertama di dunia yang membangun dasar-dasar trigonometri. Landasan-landasan trigonometri tersebut kemudian dikembangkan ilmuwan Barat dan diaplikasikan ke dalam beberapa
cabang ilmu seperti astronomi, arsitektur dan fisika.

Al-Biruni adalah pelopor metode eksperimental ilmiah dalam bidang mekanika, astronomi, bahkan psikologi. Ia menghendaki agar setiap teori dilahirkan dari eksperimen dan bukan sebaliknya.

Bartholemaeus Pitiskus (1561 – 1613 M)

Pada tahun 1595, Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah karya yang berpengaruh tentang trigonometri dan memperkenalkan kata trigonometri ke dalam bahasa Inggris dan Perancis.

Kegunaan Trigonometri Dalam Kehidupan Sehari Hari

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari saat ini telah banyak berkembang dan bentuk-bentuk implementasinya telah memasuki berbagai bidang kehidupan. Oleh karena trigonometri banyak digunakan dan diterapkan dalam ilmu disiplin lain, maka materi trigonometri sangatlah penting untuk diajarkan dan dipahami oleh seorang peserta didik.

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari
Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari seorang arsitek

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari bisa kita rinci ke dalam beberapa bidang berikut ini:

(1) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang astronomi 

Kegunaan trigonometri pada bidang astronomi sangat besar manfaatnya. Jika kita perhatikan ukuran benda-benda langit maka kita tidak mungkin menjangkau untuk mengukurnya menggunakan penggaris. tetapi jalan yang akan kita tempuh adalah dengan menghitung skala-skala dan sudut-sudut,  yang kemudian dapat kita estimasi atau perkirakan ukurannya secara lebih akurat.

(2) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang teknik sipil

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia teknik sipil erat kaitannya dengan pekerjaan surveyor. Dalam hal ini surveyor ahli ukur tanah.

Kegunaan trigonometri dalam teknik pengukuran tanah lebih kepada keperluan menentukan posisi ruang dimensi tiga dari suatu tempat pada permukaan bumi. Hasil pengukuran tanah tersebut kemudian diaplikasikan untuk menyusun peta topografi dari bumi, sehingga kemudian dapat diketahui luas suatu wilayah.

Perlu kita ketahui, bahwa dalam sistem undang-undang agraria zaman sekarang, koordinat eksak batas negara adalah suatu hal yang sangat penting. Dimana arus yang harus dijaga adalah agar batas setiap negara tidak mengalami pergeseran. Dalam keperluan tersebut, para ahli geodesi akan sangat bergantung pada bantuan surveyor tanah.

Kegunaan trigonometri lainnya dalam teknik sipil adalah ketika seorang arsitek merencanakan suatu proyek pembangunan, entah itu proyek pembangunan jembatan, jalan raya, bendungan, gedung bertingkat, dan lain sebagainya yang mana membutuhkan bantuan secara perhitungan trigonometri.

Dalam hal ini seorang arsitek membutuhkan data mengenai permukaan bumi dan tanah yang semua perlu dipastikan sudut-sudut sisinya menggunakan pengukuran trigonometri. Setelahnya data tersebut akan diinput pada suatu sistem informasi yang diberi nama GIS (Geographical Information System).

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari seorang arsitek adalah dalam hal pengamatan dan perhitungan  kemiringan jalan raya, rel kereta api, dan jembatan, tanjakan dan turunan, jalan yang menikung, dan sejenisnya. Selain itu perhitungan trigonometri akan bermanfaat untuk menentukan tinggi menara, gedung, pohon, bukit, mengukur luas atau keliling tanah.

Sehingga kemampuan arsitek dalam penguasaan trigonometri sangat penting. Karena penguasaan tersebut akan mempermudah pekerjaannya. Tanpa mengharuskan pribadinya secara fisik terjun langsung untuk lakukan pengukuran, namun cukup dengan estimasi pengukuran secara trigonometri.

(3) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang geografi dan navigasi

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang geografi dan navigasi telah dikenal sejak jaman kuno. Karena memang pada mulanya trigonometri diciptakan untuk membantu melakukan perhitungan dalam bidang astronomi.

Kegunaan trigonometri pada bidang astronomi pada zaman dahulu adalah untuk memahami posisi bola-bola planet. Sehingga kita mengenal trigonometri bola yang dewasa ini diajarkan dalam mata kuliah aljabar linear.

Trigonometri bola ini yang kemudian yang kemudian dimanfaatkan untuk menjelajahi samudra bagi golongan yang percaya bahwa bumi itu bulat. Columbus membawa salinan kitab Regiomontanus ‘Ephemerides Astronomicae yang salah satunya membahas trigonometri bola pada perjalanan ke Dunia Baru.

Kegunaan lain dari trigonometri dalam bidang ini yang paling terkenal adalah teknik triangulasi. Teknik triangulasi digunakan dalam astronomi untuk menghitung jarak ke bintang-bintang terdekat, sedangkan dalam geografi digunakan untuk menghitung antara titik tertentu, dan dalam juga dalam perhitungan sistem navigasi satelit.

(4) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang fisika

Kegunaan trigonometri pada bidang fisika erat kaitannya dengan dunia optik. Perlengkapan yang membutuhkan optik (lensa) dalam menentukan akurasi pengukurannya menggunakan teknik-teknik perhitungan yang berlaku dalam trigonometri.

(5) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang militer 

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari pada bidang militer salah satunya adalah untuk menghitung
sudut serang yang paling optimal dari suatu peluncur senjata. kegunaan lainnya adalah untuk menghitung berapa “lift force” suatu sayap pesawat.

(6) Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari bagi seorang muslim

Karena kebutuhan dari masyarakat muslim, trigonometri juga dapat diaplikasikan dalam menentukan arah kiblat
menggunakan ilmu ukur segitiga bola (trigonometri bola) dan menentukan waktu sholat.

Kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari hari tentunya masih banyak lagi ragamnya. Karena trigonometri juga digunakan teori musik, akustik, analisis pasar finansial, elektronik,teori probabilitas, statistika, biologi, pencitraan medis/medical imaging (CAT scan dan ultrasound), farmasi, kimia. Silahkan Anda kembangkan lagi! Salam sukses!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment