Contoh Soal Biaya Peluang Ekonomi Kelas 10 dan Jawabannya

Contoh Soal Biaya Peluang Ekonomi Kelas 10
Contoh Soal Biaya Peluang Ekonomi Kelas 10

AyoJawab.com – Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 dan Jawabannya ini penting dijadikan referensi untuk persiapan ulangan harian maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Sebelumnya soal biaya peluang juga banyak diujikan dalam UTBK.

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 dan jawabannya sengaja kami sajikan pada laman ini secara lengkap dengan pembahasannya, tiada lain agar memudahkan kalian dalam mendalami materi-materi konsep dasar ilmu ekonomi.

Read More

Silahkan contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 dan jawabannya ditelaah dengan seksama, sampai paham! Jika ada kesulitan konsultasikanlah dengan guru pembimbing kalian di sekolah.

Sebelumnya kami juga telah mengulas Contoh Soal Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Jawabannya dan Contoh Soal Pertumbuhan Ekonomi dan Jawabannya Kelas 11. Semoga yang kami sajikan sebelumnya tersebut dapat memperkaya referensi belajar kalian.

Biaya Peluang/Opportunity Cost

Biaya peluang diartikan sebagai:

“Biaya yang harus dikorbankan ketika satu alternatif dipilih dari beberapa alternatif yang tersedia”

Contoh:
Setelah lulus dari perguruan tinggi di Yogyakarta, Mita mendapat tawaran kerja dengan gaji Rp 5 juta. Mita juga diterima menjadi PNS dengan gaji Rp 6 juta. Namun, dirinya lebih memilih menekuni usahanya sendiri yang memberikan penghasilan Rp 7 juta.

Maka, biaya peluang yang muncul adalah Rp 6 juta.

Macam-macam Biaya Peluang

Contoh macam-macam biaya peluang

(1) Biaya Sehari-hari 

Biaya sehari-hari adalah biaya yang dikeluarkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang vital.

Ciri khas biaya sehari-hari:

  • Merupakan prioritas pengeluaran
  • Harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Bila perlu mengorbankan kepentingan lain

(2) Biaya Peluang

Biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Dengan kata lain biaya peluang adalah alternatif terbaik yang dikorbankan ketika kita membuat pilihan atau menentukan keputusan. Berbeda dengan biaya langsung yang berhubungan dengan uang, biaya peluang tidak harus berupa uang.

Ciri Khas Biaya Peluang

Beberapa ciri khas biaya peluang sebagai berikut:

(1) Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang

Bisa berupa waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan, dan Iain-Iain.

(2) Memiliki banyak kemungkinan penggunaan

(3) Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi individu.

Contoh:

  • Bila Terry pada malam hari memilih menghabiskan waktunya untuk menonton pertandingan sepak bola maka Terry akan kehilangan waktu tidurnya. Di sini biaya peluangnya adalah kepuasan tidur semalam.

 

  • Bila Drogba memutuskan untuk menggunakan uangnya yang terbatas untuk membeli buku pelajaran maka Drogba kehilangan kesempatan untuk membeli game online. Di sini biaya peluangnya adalah satu kaset Jikustik.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Biaya peluang terjadi apabila terdapat dua pilihan atau lebih. Sedangkan dari beberapa pilihan tersebut terdapat pilihan yang dikorbankan.

Bila ada dua pilihan, biaya peluang dihitung dari nilai peluang yang dikorbankan atau yang tidak dipilih. Sedangkan apabila terdapat lebih dari dua pilihan, biaya peluang dihitung dari nilai peluang terbaik  yang dikorbankan atau yang tidak dipilih.

Untuk memperjelas perhitungan biaya peluang silahkan pahami ilustrasi berikut ini:

Contoh menghitung biaya peluang (1)

Setelah lulus kuliah S1 dari sebuah universitas negeri, Efi mendapat dua tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai karyawan disebuah lembaga keuangan di dekat rumah dengan penghasilan perbulan Rp 2.500.000,-per bulan.

Tawaran kedua sebagai Pegawai di sebuah instansi pemerintah di kabupaten kudus dengan penghasilan Rp 2.000.000,- per bulan. Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin mengabdi pada pemerintah, akhirnya efi memutuskan bekerja sebagai pegawai di instansi pemerintah.

Keputusan efi memilih bekerja sebagai pegawai di instansi pemerintah telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai karyawan di sebuah lembaga keuangan yang sebenarnya bisa memberikan pendapatan Rp 2.500.000,- per bulan.

Dengan demikian biaya peluang yang ditanggung efi adalah Rp 2.500.000. karena telah mengorbankan atau menghilangkan kesempatan bekerja sebagai karyawan disebuah lembaga keuangan dengan penghasilan Rp 2.500.000.

Contoh menghitung biaya peluang (2)

Zainal memiliki uang Rp 80.000,-. Saat ini ia memerlukan jilbab untuk Zainab dan buku tulis untuk dirinya sendiri. Harga satu jilbab Rp 25.000,- dan harga satu buku tulis Rp 3.000,-. Karena ada dua kebutuhan maka ada beberapa kombinasi kebutuhan yang harus dipilih Zainal, yaitu sebagai berikut:

Dari keempat kombinasi di atas, awalnya Zainal ingin memilih kombinasi C, yaitu mendapat 2 jilbab dan 5 buku tulis. Akan tetapi, karena ingin menghadiahi adiknya 1 Jilbab maka Zainal berubah memilih kombinasi A, yakni mendapat 3 jilbab dan 1 buku tulis.

Ini berarti untuk mendapatkan tambahan 1 Jilbab (awalnya merencanakan membeli 2 jilbab tapi akhirnya membeli 3 jilbab) Zainal harus mengorbankan 4 buku tulis. Dengan demikian, biaya peluang untuk mendapatkan tambahan 1 Jilbab adalah sebesar harga 4 buku tulis, yaitu 3000 x 4 = Rp 12.000.

Contoh Soal Biaya Peluang Ekonomi Kelas 10

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 ini berisi konsep-konsep dasar yang harus dipahami oleh siswa. Silahkan perhatikan!

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 No (1)

Berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan, KECUALI ….

(A) Biaya peluang (opportunity cost)

(B) Analisis biaya manfaat (benefit cost analysis)

(C) Memperhitungkan untung rugi

(D) Berpegangan pada motif ekonomi

(E) Berpegangan pada prinsip ekonomi

Jawaban: D

Pembahasan:

Dalam menentukan pilihan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya:

  • Menganalisis biaya peluang, yaitu nilai barang dan jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif tindakan
  • Menganalisis biaya manfaat, yaitu membandingkan biaya dengan manfaat suatu barang
  • Menyadari trade off, yaitu hal mana yang paling menguntungkan
  • Berpegang pada prinsip ekonomi
  • Mengidentifikasi faktor pendorong kegiatan ekonomi

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 No (2)

Aji menjual rumah yang ia beli setahun lalu seharga Rp500.000.000,00 dengan harga Rp500.000.000,00. Dia pikir, “Setidaknya aku tidak kehilangan uangku”. Seorang temannya mengomentari bahwa sebenarnya dia kehilangan uang, karena dia dapat menerima setidaknya 5% pengembalian dari Rp500.000.000,00 jika ia mendepositkan uangnya di bank dibanding membeli rumah.

Dalam kasus ini, temannya menggunakan ide dari ….

(A) normative economics
(B) cost productions
(C) opportunity cost
(D) marginal benefit
(E) efficiency

Jawaban: C
Pembahasan:

Teman Aji dalam mengungkapkan pendapatnya berpegang pada ide biaya peluang (opportunity cost), yaitu nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena alternatif tindakan. Dalam kasus ini, Aji mengorbankan nilai pengembalian yang mungkin ia peroleh dari deposito di bank, karena memilih alternatif tindakan dengan membeli rumah.

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 No (3)

Cici bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp4.000.000,00 per bulan. Ia ingin membuka usaha restoran sendiri dengan perkiraan pendapatan perbulan Rp5.000.000,00 dengan biaya bahan baku Rp1.5000.000,00, beban gaji dan upah karyawan Rp2.000.000,00, dan biaya lain-lain Rp500.000,00.

Maka biaya peluang yang dikorbankan Cici adalah …
(A) 9.500.000,00
(B) 8.500.000,00
(C) 5.000.000,00
(D) 3.500.000,00
(E) 500. 000,00

Jawaban: C
Pembahasan:

Berdasarkan soal di atas, Cici memiliki dua pilihan pekerjaan, menjadi karyawan perusahaan swasta atau membuka usaha restoran. Cici memilih menjadi karyawan perusahaan swasta dengan gaji sebesar Rp4.000.000,00 per bulan, artinya ia meninggalkan keinginannya membuka restoran dengan pendapatan Rp5.000.000,00 per bulannya.

Karena tidak memilih membuka usaha sendiri di bidang restoran, maka besarnya biaya peluang atau hilangnya kesempatan memperoleh untung sebesar Rp5.000.000,00. Pembelian bahan baku Rp1.500.000,00, gaji karyawan Rp2.000.000,00 dan biaya lain-lain Rp500.000,00 hanya pengecoh soal.

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 No (4)

Pak Beni telah bekerja sebagai manager di PT ABC dengan gaji Rp5.000.000,00 per bulan. Dari tabungan yang ia miliki, Pak Beni berencana membuka usahanya sendiri. Ada beberapa alternative usaha yang ada dalam bayangannya berdasarkan hasil survey ke tempat yang dapat dipertanggungjawabkan, di antaranya:

  1. Membuka kios sembako dengan kemungkinan untung Rp4.000.000,00 per bulan
  2. Menjual pakaian jadi akan mendapat laba sekitar Rp4.500.000,00 per bulan
  3. Membuka usaha catering dengan keuntungan diperkirakan Rp5.500.000,00 per bulan.

Apabila Pak Beni memilih tetap bekerja sebagai manager, maka biaya peluang yang dikorbankannya adalah ….

(A) 1. 000.000,00
(B) 5. 500.000,00
(C) 10. 000.000,00
(D) 14. 500.000,00
(E) 19. 000.000,00

Jawaban: B
Pembahasan:

Berdasarkan kasus di atas, Pak Beni memiliki 4 pilihan pekerjaan, yaitu manager dengan gaji Rp5.000.000,00; membuka kios dengan keuntungan Rp4.000.000,00; menjual pakaian jadi dengan laba Rp4.500.000,00; dan membuka catering dengan keuntungan Rp5.500.000,00.

Jika Pak Beni memilih tetap menjadi manager, artinya Pak Beni melepas kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sebesar Rp5.500.000,00.

TIPS: jika ada lebih dari satu alternatif, biaya peluang dihitung dari nilai peluang terbaik yang dikorbankan atau tidak dipilih.

Contoh soal biaya peluang ekonomi kelas 10 No (5)

Sepulang sekolah, Bambang menunggui usahanya berjualan helm di sebuah ruko yang dikontrakkan Rp 6.000.000,00/tahun. Helm yang dibeli seharga Rp 125.000,00/unit laku dengan harga Rp 150.000,00/unit. Tahun ini ia menetapkan target keuntungan Rp 3.600.000,00.

Unit helm rata–rata setiap bulan yang harus terjual agar target itu tercapai sebesar ….
(A) 80 unit
(B) 52 unit
(C) 40 unit
(D) 32 unit
(E) 20 unit

Jawaban: (D)
Pembahasan:

Sewa kontrakan = Rp6.000.000
Helm dibeli = Rp125.000/unit
Helm dijual = Rp150.000/unit
Keuntungan per unit helm adalah:

= helm yang dijual – helm yang dibeli
= Rp150.000 – Rp125.000
= Rp25.000
Tahun ini ia menetapkan target keuntungan Rp 3.600.000,00

n x keuntungan/unit x 12 bulan = sewa ruko + target keuntungan
n x 25.000 x 12 = 6.000.000 + 3.600.000
n x 300.000 = 9.600.000
n = 9.600.000/300.000
n = 32 unit

Maka, unit helm rata–rata setiap bulan yang harus terjual agar target itu tercapai sebesar 32 unit.

Contoh soal biaya peluang ekonomi Kelas 10 dan jawabannya yang kami uraikan semoga dapat menambah referensi pengetahuan Anda. Selamat  belajar dan selamat berprestasi!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment